Selasa, 15 Februari 2011

Air Sehat untuk Hidup Berkualitas


TERNYATA nutrisi bukan hanya berasal dari makanan, kualitas air yang dikonsumsi juga turut memengaruhi. Untuk itu, pilihlah air bersih dan sehat untuk konsumsi sehari-hari.
Ada tiga hal penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Oksigen, makanan, dan air. Di antara ketiganya, biasanya makanan lah yang mendapat perhatian lebih. Padahal, baik oksigen dan air memiliki peran yang sama vitalnya. Malah, begitu besarnya peran air di dalam tubuh kita sehingga kadang- kadang air dimasukkan sebagai zat gizi yang ke enam setelah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Dikatakan oleh pakar air dari Balai Besar Industri Argo (BBIA) Ir Maman Rohaman MSc bahwa air adalah nutrisi penting bagi tubuh, tetapi paling sering kita abaikan. Tubuh manusia terdiri atas lebih dari 60 persen air dengan organ tubuh paling penting akan kadar air mencapai 80 persen adalah otak, darah, paru-paru, dan ginjal. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein, dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan tubuh dan temperatur juga sangat bergantung pada air. Air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi, tulang, dan otot. Maman menjelaskan, air memiliki manfaat yang besar untuk tubuh, di antaranya untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, mengganti cairan tubuh yang keluar melalui keringat, napas, urine, juga feses. Air juga menjaga tingkat kekentalan darah dalam tubuh. Semakin kental darah dalam tubuh, semakin berisiko terhadap kesehatan. Fungsi air lainnya adalah mengganti mineral yang hilang dan menjaga metabolisme dan suhu tubuh.
“Minum adalah hal yang paling penting dan esensial dalam metabolisme tubuh manusia,” ungkap Maman yang juga menjabat sebagai Kabid Pengujian Sertifikasi dan Kalibrasi BBIA dalam acara bertema “Awas Air Kemasan Anda Mengandung Mikroba dan Patogen” yang diadakan FX Jakarta. Untuk mengonsumsi air yang baik sehingga seseorang mendapatkan nutrisinya, maka harus diperhatikan apakah air minum tersebut melalui proses pengolahan yang baik. Dijelaskan oleh Kepala Seksi Pengujian BBIA Mulhaquddin SSi Msi bahwa air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. “Bila konsumsi air yang diminum tidak aman, maka pengaruhnya bisa berbeda lagi dengan kekurangan konsumsi air minum,” ujarnya dalam acara yang sama. Mulhaquddin menjelaskan, banyak bakteri berbahaya yang terdapat dalam air minum dan bisa mengganggu tubuh apabila air minum tersebut tidak diolah dengan baik.
Air minum dalam kemasan (AMDK) apabila diproses dengan cara tidak higienis, maka bisa terdapat bakteri berbahaya, di antaranya Pseudomonas aeruginosa. Bakteri ini menimbulkan beragam penyakit, di antaranya infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran napas, infeksi pada saluran pencernaan, dan infeksi pada sistem syaraf pusat. Bakteri lain yang sering dijumpai dalam air adalah Escherichia coli. Ini merupakan bakteri yang menimbulkan penyakit, seperti diare, infeksi saluran kemih, sepsis (peradangan di seluruh tubuh), dan meningitis (radang membran pelindung sistem syaraf pusat sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian). Selain itu, bakteri yang terdapat di dalam AMDK yang tidak diproses dengan baik yaitu bakteri Salmonella sp yang bisa menimbulkan penyakit tifus, pendarahan usus, diare, demam, mual dan muntah-muntah. Tidak menutup kemungkinan bakteri-bakteri ini juga terdapat di sumber air bahkan air minum di banyak rumah tangga di Indonesia. Oleh karena itu,  penting bagi kita untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih air yang dikonsumsi oleh anggota keluarga. HYDRO Reverse Osmosis hadir untuk memenuhi kabutuhan akan air minum yang terjamin bersih dan sehat dengan 5 tahap filterisasi mampu membunuh berbagai bakteri dan kuman, menghilangkan racun dan logam berat, memurnikan air, serta menurunkan TDS hingga dibawah 10 ppm. Nikmati kesegaran air bersih dan sehat untuk anggota keluarga Anda, Selamat mencoba!!
(dikutip dari Sindo,29 Nov 2010)

Jumat, 11 Februari 2011

Mengatasi Air Kuning Permanen

Mungkinkah masalah air Anda kuning permanen?? Hal itu mungkin saja terjadi terutama Anda yang berada didaerah berlahan gambut atau berada didaerah bakau karena daerah-daerah tersebut memiliki kandungan senyawa-senyawa organik yang sangat tinggi sehingga menyebabkan air kuning permanen. Hydro water filter berhasil menangani masalah penyaring air atau penjernih air melalui produk-produknya dan penambahan senyawa hydroclear
.
Setelah keluar dari kran, air yang mengandung besi terlihat jernih, sementara air kuning permanen langsung terlihat kuning begitu keluar dari knran. Air kuning permanen disebabkan oleh kandungan senyawa organik yang tinggi seperti asam humat, etanol, dan lainnya. Sama halnya yang terjadi di Jubilee International School, Kami menggunakan STN 8 ditambah dengan hydroclear untuk menangani kasus air sekolah tersebut. Dikutip dari testimoni pengelola gedung sekolah Jubilee, Umar M Yahya, ST “sejak memakai filter air HYDRO masalah air di gedung Kami bisa teratasi” padahal sebelumnya sekolah Jubilee menggunakan 4 unit filter bukan hydro namun tidak mampu mengatasi masalah air di sekolah tersebut. Anda bisa buktikan sendiri fakta ini! Jadi, apabila air Anda bermasalah segera hubungi Kami

Air Jernih, Sehat dan Bersihkah?


Pernahkah mendengar istilah air jernih belum tentu bersih, itu memang betul sekali karena jernih disini sangat berbeda sekali artinya dengan bersih. dalam kehidupan sehari-hari banyak yang mengira bahwa air jernih pasti layak diminum. Ini jelas keliru. Dalam air yang jernih kita tidak tahu kandungan zat kimia dan juga mikroba yanga ada dalam air tersebut. Bahan kimia tersebut dan juga mikroorganisme yang ada didalamnya terlarut dalam air. Mari kita analogikan sebagai berikut contohnya, garam dapur yang dilarutkan dalam air. Tak tampak ada garam buak??, airnya tetap jernih tapi asin rasanya. Bagaimana kalau zat tadi bukan garam melainkan zat berbahaya-beracun

Air minum yang kita konsumsi apakahsudah sehat? Pada air sumur apalagi yang lokasinya dekat dengan selokan, tangki septik, atau di pinggirnya banyak yang mencuci lalu air cuciannya menyerap lagi ke dalam sumur, dapat diduga buruk kualitasnya. Jernih tetapi tidak layak diminum. Air PDAM juga begitu. Kalau air bakunya dari sungai yang banyak menerima air sawah, air limbah pabrik dan air limbah rumah tangga bisa dipastikan airnya tercemar. 

Hal serupa bisa terjadi pada air minum isi ulang dan air minum kemasan jika unit pengolahnya tidak mampu menangani racun tersebut. Air tanah, termasuk mata air pun tak tertutup kemungkinannya terkotori zat berbahaya-beracun. Ini bergantung pada lapisan batuan (formasi geologi diamana air berada) yang dilewatinya di dalam tanah. Apalagi kalau air itu melewati timbunan sampah semacam TPSA (tempat pembuangan sampah akhir) yang bukan hanya terdapat mikroba berbahaya (salmonela, e coli, dll) juga bahan-bahan kimia yang akan terlarut (misalnya Fe, Mangaan, timbal, dll)

Paparan ini membuat kita berpikir ulang perihal kualitas air yang biasa diminum. Bersihkah air minum kita? Bersihkah air pencuci beras, sayur, ikan, daging, dan kuah sayur di rumah makan, restoran, warung langganan kita? Air minumnya mungkin tampak jernih, tetapi bersih dan sehatkahkah? Terlebih lagi kalau sudah dicampur sayur, bakso, kopi, teh, susu, daun pandan, dan lain-lain. Zat berbahaya-beracunnya sudah tak terasa lagi keberadaannya. Kita pun tidak langsung sakit, tidak langsung diare. Itu semua lantaran bakterinya sudah mati karena dipanaskan. Hanya saja, zat kimia beracun yang larut di dalamnya tidak bisa dihilangkan dengan proses pemanasan. Coba kita Ilustrasikan, segelas air selokan atau air comberan lalu panaskan sampai mendidih 100 derajat Celcius selama sepuluh menit. Atau lebih lama lagi, yaitu 20 atau 30 menit. Minumlah. Pasti tidak akan mencret. Sebab, semua mikroorganismenya sudah mati. Tetapi zat kimia beracun dan berbahaya yang ada di dalamnya tidak hilang, faktor Inilah yang berbahaya bagi organ tubuh kita.
Menanggapi hal ini, masyarakat harus jeli untuk menetukan pilihan air yang akan dikonsumsi. Air yang nyata jernih, belum tentu bersih, apalagi air yang secara kasat mata terlihat keruh, berwarna dan berkerak. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena telah ada HYDRO water filter yang mampu mengatasi air berwarna, keruh, berbau, mengandung besi dan mangan, mengandung bakteri dan kuman, atau berkerak dan berlumut. Nikmati kesegaran air bersih untuk seluruh anggota keluarga Anda!!